Terbitkan Buku Semakin Mudah Bersama Penerbit Indie


 Resume Ke-                    : 17

Hari/Tanggal                    : Jum'at, 29 Mei 2026

Judul                                : Terbitkan Buku Semakin Mudah Bersama Penerbit Indie

Narasumber                     : Mukminin, M.Pd.

Moderator                        : Yandri Novita Sari, S.Pd.


Ada pepatah "Tak kenal maka tak sayang". Dipembukaan kegiatan KBMN ke- 34 yang merupakan pertemuan ke-17 ini moderator hebat yaitu ibu Yandri Novita Sari, S.Pd dengan bapak narasumber bapak Mukminin, M.Pd yang luar biasa dengan segudang karya yang sangat menginspirasi peserta dalam menulis sebuah buku. Beliau berdua dengan ramahnya menyapa dan mempersilakan peserta untuk saling memperkenalkan diri supaya lebih akrab. Hari ini kita akan kupas tuntas sesuai dengan tema kita malam ini tentang Terbitkan Buku Semakin Mudah bersama Penerbit Indie. Kita akan belajar langsung cara mewujudkan mimpi punya buku sendiri dengan lebih praktis dan fleksibel. Dipaparkan langsung oleh Owner sekaligus Direktur dari penerbit Kamila Press Lamongan yaitu Bapak Mukminin, S.Pd., M.Pd., yang lebih akrab disapa oleh komunitas literasi dengan julukan Cak Inin. 

Beliau juga sekaligus sebagai Editor Buku sejak 2019 hingga kini,  yang melayani Penerbitan buku lebih dari 400 judul dari guru-guru seluruh Indonesia dan umum, juga penerbitan majalah, dan kalender. Selain memimpin penerbitan yang berlokasi di Lamongan, beliau juga berprofesi sebagai seorang guru dan telah berhasil membawa Kamila Press meraih penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas kontribusinya dalam dunia literasi, yaitu  sebagai Penerima Penghargaan Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam Aktif Jawa Timur Tahun 2025 dalam kategori Penerbit Swasta. Dan Narasumber kita malam ini juga Pemecah Rekor Muri Penulis Buku Antologi SMARDHYARI ( Kumpulan  1234 Pentigraf) Penerbit Dandelion Publuser Bogor 2025. 

Penerbit buku ada 2 macam. Pertama penerbit Mayor dan kedua penerbit Indhie. Adapun perbedaan dari penerbit mayor dan indie adalah:

1.  Jumlah Cetakan di penerbit mayor. 

  • Penerbit mayor  mencetak bukunya secara masal. Biasanya cetakan pertama sekitar 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
  • Penerbit indie : hanya mencetak buku sesuai dg jumlah pesanan dari penulis atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print on Demand). Buku yg akan dicetak bisa dipromokan (PO)  melalui media online Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, WA grup dll.

2.  Pemilihan Naskah yang Diterbitkan

  • Penerbit mayor : Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja, menyambung dari poin yang pertama, penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000 - 3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati dalam memilih naskah yang akan mereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar, dan tingginya tingkat penolakan.
  • Penerbit indie : Tidak menolak naskah. Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan; tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat, serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi, naskah tersebut pasti kami terbitkan. Kami adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya.

3.  Profesionalitas

  • Penerbit mayor : Penerbit mayor tentu saja profesional dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.
  • Penerbit indie : kami pun profesional, tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis, harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit Bapak Ibu dan Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan murah, tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. Kadang murah Cover kurang bagus, kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper ( kertas coklat halus). Kami jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas cokal halus awet ( bookpapar).

4.  Waktu Penerbitan

  • Penerbit mayor : Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi dalam tempo 1-3 bulan. Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang sampai bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur kerja yang harus mereka lalui. Bersyukur kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun, jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target, maka buku akan dilepas oleh distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.
  • Penerbit indie : Tentu berbeda kami akan segera memproses naskah yang kami terima dengan cepat. Dalam hitungan minggu bukumu sudah bisa terbit. Karena memang, kami tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Kami menerbitkan karya yang penulisnya yakin karya tersebut adalah karya terbaiknya dan layak diterbitkan sehingga kami tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5.  Royalti

  • Penerbit mayor : kebanyakan penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10% dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.
  • Penerbit indie : umumnya 15-20%  dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb, Instagram, wa grup, Twitter, status, dll

6. Biaya penerbitan

  • Penerbit mayor : Biaya penerbitan gratis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Seperti yang sudah disebut di atas, penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit. 
  • Penerbit indie : Berbayar sesuai dg aturan masing-masing penerbit. Antara penerbit satu dengan yang  lain berbeda. Karena pelayanan dan mutu buku yg diterbitkan tidak sama.

Sebelum menerbitkan buku ada 5 tahapan yang harus dilakukan, yaitu:

1. PREWRITING

  • Tahap awal penulis mencari ide dengan peka terhadap sekitar (Pay attention)
  • Penulis harus kreatif menangkap fenomena yang terjadi di sekitar untuk menjadi tulisan.
  • Penulis banyak membaca buku)

2. DAFTING
  • Penulis mulai membuat Draf
  • Daftar isi buku sesuai dengan apa yang disukai.
  • Pasion: artikel, cerpen, puisi, novel, dll
3. REVISI 
  • Setelah melakukan revisi naskah (tulisan mana yang baik dicantumkan, naskah mana yang perlu dibuang, dan naskah mana yang perlu ditambahkan).
4. EDITTING/ SWASUNTING
  • Penulis melakukan pengeditan. Hanya memperbaiki berbagai kesalahan, tanda baca, kesalahan pada kalimat sebelum masuk penerbit.
5. PUBLIKASI
  • Jika tulisan Anda yang berupa buku sudah yakin maka anda memasuki tahap publikasi atau penerbitan buku.

Teruslah menulis, dan buktikan apa yang akan terjadi. Konsisten untuk tetap berkarya, dan teruslah abadikan karyamu dalam buku. Menerbitkan buku adalah pencapaian luar biasa. Kesuksesan tidak selalu datang dalam semalam, melainkan dari konsistensi membangun pembaca setia.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIKSI SANG PERIAS MAKNA

Berkarya & Berprestasi Di Kancah Nasional Lewat Menulis

Menulis Dongeng dan Cerita Anak