Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan


 Judul           : Proofreading Sebelum Menerbitkan Tulisan

Narasumber : Susanto, S.Pd.

Moderator    : Lely Suryani, S.Pd.SD

Hari/Tanggal: Jum'at, 15 Mei 2026


Pada pertemuan KBMN ke-12 tepatnya di malam Sabtu yang penuh dengan semangat baru untuk terus berlatih menghadirkan sebuah tulisan yang mampu memikat pembacanya. Dengan ini kita akan dihadapkan dengan  narasumber dan moderator dari kota Satria yaitu bapak Susanto, S.Pd sebagai narasumber hebat dan ibu Lely Suryani, S.Pd.SD sebagai moderator. Pertemuan ini semakin hangat dan akrab dengan sapaan sang moderator dengan bahasa ngapaknya dalam menyapa peserta lain. Pada pertemuan ini kita diajak untuk menjadi seorang yang teliti dan jeli dalam menulis sebelum tulisan dipublikasikan. Aktivitas terkait memeriksa kesalahan dalam teks dengan cermat sebelum dibagikan atau dipublikasikan dinamakan proofreading. Secara singkat proofreading adalah tahap akhir pemeriksaan tulisan. Ini berbeda dari editing yang menyentuh substansi dan struktur. Proofreading fokus pada ejaan, tanda baca, konsistensi, dan ketepatan bahasa. Satu masalah kecil disini bisa merusak kredibilitas penulis secara keseluruhan.

Seperti apa yang disampaikan oleh Om Jay bahwa menulis itu mudah, tetapi menghadirkan tulisan yang nyaman dibaca ternyata membutuhkan perjuangan yang lebih panjang. Dari sinilah proofreading itu sangat berarti sebelum kita mempublikasikan sebuah tulisan. Langkah-langkah sederhana dalam proofreading yang dapat kita lakukan antara lain:

  1. Baca ulang tulisan secara perlahan. Jangan terburu-buru dan fokus pada setiap kalimat.
  2. Periksa tanda baca. Ternyata tanda koma dan titik sangat menentukan kenyamanan dalam membaca.
  3. Hindari pengulangan kata yang tidak perlu.
  4. Pastikan nama orang, tempat, dan data sudah benar.
  5. Bila perlu mintalah orang lain membaca tulisan kita sebelum dipublikasikan. 
Memang di tengah perkembangan teknologi yang canggih dengan hadirnya AI (kecerdasan buatan), proofreading tetap menjadi faktor yang sangat penting dalam menghadirkan sebuah tulisan sebelum dipublikasikan karena sentuhan manusia tetap dibutuhkan untuk menjaga rasa dan makna sebuah tulisan. Sebab tulisan yang baik bukan hanya benar secara tata bahasa, tetapi juga enak dibaca dan dapat menyentuh hati pembacanya karena mampu menciptakan resonansi emosional pembacanya.

"Menulislah untuk mengabadikan pikiran, dan sentuhlah hati pembacanya. Aturan ejaan dan tata bahasa yang baik dan benar adalah jembatan emas yang menyampaikan pesan hatimu terhadap pembaca. Teruslah berlatih setiap hari, karena setiap kata yang kau rangkai hari ini adalah jejak keabadian di masa depan".

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

DIKSI SANG PERIAS MAKNA

Berkarya & Berprestasi Di Kancah Nasional Lewat Menulis

Menulis Dongeng dan Cerita Anak