DIKSI SANG PERIAS MAKNA


 

Judul                    : Diksi dan Seni Bahasa

Narasumber        : Maydearly

Moderator            : Mutmainah, M.Pd.

Hari/Tanggal        : Rabu, 6 Mei 2026


Kepingan Luka

Aku termenung dalam sepi

Dibawah dahan kering yang rapuh

Daun-daun yang lemah berayun-ayun

Seakan-akan angin tahu kepingan hatiku

Hati yang rapuh oleh sekumpulan lukamu

Luka yang kau toreh dari tajamnya lisanmu

Ya.... luka yang selalu membekas dalam memoriku

Luka yang dapat mengikis rasa percayaku padamu


Malam Kamis yang manis dengan suguhan puisi yang keren oleh ibu moderator dan narasumber. Puisi yang keren ini sebagai pembuka dimulainya kegiatan zoom pada pertemuan ke-8 pada KBMN 34. Dengan balutan puisi yang keren mengajak kita dalam dunia pujangga. Dunia yang indah dan halus dalam menyampaikan kata-kata. Yang mengantarkan kita dalam ruang berjudul Diksi dan Seni Bahasa.  Diksi adalah pemilihan kata yang tepat, cermat, selaras, untuk menyampaikan gagasan agar tidak terjadi salah penafsiran. Sementara seni bahasa menggunakan bahasa yang kreatif (majas) untuk menciptakan keindahan ritme. Diksi dan seni bahasa mampu menghidupkan suasana dengan melibatkan berbagai indera. Indra pendengar menghadirkan bunyi-bunyi yang memberi corak pada tulisan. Indera penciuman menghadirkan aroma yang membangkitkan kenangan. Sedangkan indera peraba membuat pembaca merasakan sentuhan halus, dingin, kasar yang seakan-akan berada langsung pada peristiwa tersebut. Dengan perpaduan diksi dan seni bahasa dapat menghidupkan imajinasi yang mampu menyentuh perasaan pembacanya.

Komponen diksi dan seni bahasa meliputi:

  1. Pilihan kata (diksi) : Melibatkan penggunaan kata yang tepat. Pemilihan kata harus benar secara kaidah (kebenaran) dan cermat agar tidak menimbulkan makna rancu dalam konteks tertentu.
  2. Makna denotatif dan konotatif : Menggunakan kata dengan makna tambahan (konotatif) untuk membangun emosi, atau makna harfiah (denotatif) untuk kejelasan fakta.
  3. Gaya bahasa : Seni bahasa atau gaya bahasa adalah cara penulis memanipulasi bahasa untuk menciptakan efek magis dan puitis.
Syarat pemilihan diksi yang tepat dalam puisi melibatkan kebahasaan dalam estetika dalam menyampaikan pesan, diantaranya adalah: 

  • Ketepatan dalam memilih kata.
  • Kesesuaian diksi ( diksi harus sesuai dengan tema, suasana, dan target pembaca)
  • Kecermatan (padat dan tidak berbelit-belit)
  • Kelaziman (penggunaan kata harus tetap dipahami dalam konteks estetika sastra agar tidak menimbulkan salah penafsiran bagi pembaca)
  • Nilai estetika dan bunyi (memilih kata yang mempertimbangkan keindahan bunyi dan irama)
  • Kemampuan imajinatif ( Diksi yang baik adalah yang mampu membangkitkan daya bayang (imaji) pembaca melalui kata-kata konkret, sehingga pembaca seolah bisa melihat, mendengar, atau merasakan apa yang ditulis) 

Komentar

  1. Mantap sekali resumenya dan terus perbaiki sampaienak dibaca

    BalasHapus
  2. Keren nih blognya udah rapi, masukan bun "komponen diksinya" di parafrase atau dibuat narasi agar blognya kelihatan banyak, biar manti ketika mau cetak buku dari kumpulan artikel gk pusing harus nambahin kata2 lagi. Semangat bunda cantik

    BalasHapus
  3. Sudah keren banget ini resumenya. Meskipun materi by zoom, tapi apa yang disampaikan Narsum sudah tertuang dalam Blog ini. Semangat terus Bunda

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menulis Dongeng dan Cerita Anak

Berkarya & Berprestasi Di Kancah Nasional Lewat Menulis